Properti Milik Pribadi dan Jenisnya

Properti milik pribadi adalah sebuah alternatif untuk kedua properti kolektif dan umum. Dalam sistem kepemilikan pribadi, aturan properti diorganisasi dan dikelola oleh individu tertentu (keluarga atau perusahaan). Properti ini tidak dapat digunakan oleh seluruh anggota masyarakat tanpa adanya izin dari sang pemilik. Dengan demikian, properti milik pribadi, sepenuhnya bermanfaat terhadap si pemilik properti.

Properti Milik Pribadi

Properti Milik Pribadi

Selain itu, jenis-jenis properti juga dapat diklasifikasikan berdasarkan sistem kepemilikannya. Berdasarkan sistem ini, jenis-jenis properti diklasifikasikan menjadi 4 jenis properti milik pribadi, yakni

  • real properti,
  • personal properti,
  • perusahaan / badan usaha (business), dan
  • hak kepemilikan finansial (financial interest).

Berikut uraian selengkapnya mengenai properti milik pribadi :

A. Real Properti

Jenis properti milik pribadi yang pertama adalah real properti. Real properti adalah kepemilikan atas kepentingan hukum yang melekat pada real estate atau hubungan hukum penguasaan yuridis oleh pemilik atas real estate. Hubungan hukum ini biasanya tercatat di dalam suatu dokumen, misalnya sertifikat kepemilikan atau perjanjian sewa. Oleh karena itu, properti merupakan suatu konsep hukum yang berbeda dengan real estate, yang mewakili aset seeara fisik.

Real properti meliputi semua hak, hubungan-hubungan hukum, dan manfaat yang berkaitan dengan kepemilikan real estate. Sebaliknya, real estate meliputi tanah dan bangunan itu sendiri, segala benda yang secara alamiah terdapat di atas tanah dan melekat pada tanah, seperti bangunan dan bentuk pengembangan lainnya.

Penggunaan istilah realty, terkadang digunakan untuk membedakan real properti atau real estate dari kategori properti lainnya, yaitu personal properti, yang di beberapa referensi disebut sebagai personality.

Gabungan atau kombinasi semua hak yang berkaitan dengan kepemilikan real properti, kadang-kadang disebut sebagai himpunan hak (bundle of rights), yang meliputi hak untuk menggunakan, menempati, memasuki, menjual, menyewakan, mewariskan, dan melepaskan atau memilih untuk melaksanakan atau tidak melaksanakan setiap hak yang disebutkan tersebut. Dalam berbagai situasi, hak tertentu (specific rights) bisa dipisahkan dari himpunan hak dan dipindahkan, serta disewakan atau diambil oleh negara.

Dasar Real Properti

Atas dasar ketentuan dalam pasal 33 ayat 3 UUD 45, bumi, air, dan ruang angkasa, termasuk kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Pada tingkatan tertinggi dikuasai oleh negara sebagai organisasi kekuasaan seluruh rakyat (Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 pasal 2 ayat 1).

Atas dasar hak menguasai dari negara tersebut, ditentukan adanya maeam-maeam hak atas permukaan bumi yang disebut tanah, yang dapat diberikan kepada dan dipunyai oleh orang-orang lain, baik sendiri maupun bersama-sama dengan orang-orang lain, serta badan-badan hukum.

Hak atau kepemilikan dari real properti berasal dari legal estate, yaitu hak untuk menguasai dan menggunakan sebidang tanah berdasarkan hak tertentu, sebagaimana ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku, yakni Hukum Agraria Nasional. Dalam hal ini, ketentuan pokoknya diatur dalam Undang-undang No. 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA).

B. Personal Properti

Jenis properti milik pribadi yang kedua adalah personal properti. Personal properti merujuk pada kepemilikan atas kepentingan hukum yang melekat pada benda, selain real aset. Misalnya, benda ini dapat berwujud chattel, (benda yang bisa dipindahkan) atau tidak berwujud, seperti utang atau paten. Personal properti berwujud merepresentasikan kepentingan hukum pada suatu benda yang tidak melekat secara permanen pada real aset, dan biasanya dicirikan dengan sifamya yang dapat dipindahkan.

Di beberapa referensi, benda yang termasuk ke dalam personal properri disebut personality untuk membedakan dengan realty. Adapun eontoh personal properti adalah meliputi kepentingan hukum atas benda yang dapat diidentifikasi, dipindahkan, dan berwujud, yang oleh masyarakat umum digolongkan sebagai benda milik individu, misalnya perabotan, benda-benda koleksi (collectibles), dan peralatan. Kepemilikan atas aset lanear dari suatu perusahaan / badan usaha, persediaan perdagangan, dan suplai, dianggap sebagai personal properti. Di beberapa negara, jenis properti ini disebut goods dan chattels personal.

C. Perusahaan atau Badan Usaha (Business)

Jenis properti milik pribadi yang ketiga adalah perusahaan. Badan usaha adalah entitas komersial, industri, jasa, atau investasi yang menjalankan kegiatan ekonomi. Biasanya, badan usaha bersifat mencari keuntungan, yang dalam kegiatan operasionalnya menghasilkan produk atau jasa kepada konsumen. Hal-hal yang terkait erat dengan konsep dari entitas usaha adalah beberapa istilah berikut:

  • Perusahaan operasional (operating company), yaitu entiras usah, yang menjalankan suatu aktivitas ekonomi dengan membuat, menjual, atau mem-perdagangkan suatu produk atau jasa.
  • Going concern, yakni sebuah entitas yang terus melaksanakan kegiatan operasionalnya secara berkelanjutan di masa depan tanpa adanya maksud atau kebutuhan untuk melikuidasi atau memperkecil secara material skala usahanya.

Badan usaha atau perusahaan merupakan suatu badan hukum yang dapat berbentuk perseroan terbatas (UU No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas) atau bentuk lainnya, yaitu sebagaimana diatur dalam UU No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan, yang terdiri atas:

  • perusahaan perorangan,
  • perseroan terbatas,
  • perusahaan firma,
  • perusahaan komanditer,
  • koperasi, dan
  • BUMN (dapat berbentuk perusahaan perseroan, perusahaan umum, atau perusahaan jawatan).

D. Hak Kepemilikan Finansial (Financial Interest)

Jenis properti milik pribadi yang keempat adalah financial interest. Hak kepemilikan finansial (HKF) pada properti berasal dari pembagian secara hukum dari hak kepemilikan atas badan usaha dan real properti. Misalnya

  • persekutuan / partnership,
  • sindikasi,
  • BTO,
  • sewa / co¬≠tenancies, dan
  • joint venture,

Selain itu dari pemberian secara kontraktual hak opsi untuk membeli atau menjual properti  pada harga yang dinyatakan dalam periode tertentu. Atau berasal dari pembentukan instrumen investasi yang dijamin dengan sekumpulan aset real estate. Misalnya tanah dan bangunan, serta saham atau instrumen keuangan lainnya.

Hak kepemilikan secara hukum bisa dibagi untuk membentuk persekutuan usaha (partnership), di mana dua orang atau lebih secara bersama-sama memiliki badan usaha atau properti yang seeara bersama-sama pula dengan memperoleh keuntungan atau kerugiannya. Dalam hal ini, persekutuan usaha dapat dibagi menjadi dua bentuk, sebagai berikut:

a. Persekutuan Umum

Persekutuan umum (general partnership) adalah bentuk pengaturan kemitraan usaha. Dalam hal ini, seluruh mitra bersama-sama menanggung risiko investasi dan setiap mitra bertanggungjawab seeara penuh atas keluruh kewajiban kemitraan.

b. Persekutuan Terbatas

Persekutuan terbatas (limited partnership) adalah bentuk pengaturan kemitraan yang terdiri atas mitra umum dan terbatas. Mitra umum mengelola badan usaha dan diasumsikan bertanggung jawab penuh atas segala kewajiban kemitraan, sedangkan mitra terbatas bersifat pasif dan bertanggung jawab hanya sebesar penyertaan modalnya. Di Indonesia, persekutuan terbatas ini dikenal sebagai persekutuan komanditer atau CV (commanditaire venootschap).

Badan hukum lainnya yang berkaitan dengan persekutuan usaha (partnership) ialah sindikasi dan joint venture. Sindikasi seringkali diorganisasikan oleh mitra umum, sedangkan investor menjadi mitra terbatas. Sindikasi mengumpulkan dana untuk akuisisi dan pengembangan proyek arau kegiatan bisnis (business venture) lainnya.

Adapun joint venture adalah kombinasi dari dua atau lebih badan hukum yang bekerja sama untuk mengembangkan proyek tertentu. Perbedaan joint venture dengan bentuk kemitraan ialah pada jangka waktu / masa yang terbatas dan spesifikasi untuk proyek tertentu.

Peluang Bisnis Properti Milik Pribadi

Sekian info mengenai properti milik pribadi dan jenisnya, semoga post ini bermanfaat untuk kalian. Kami berharap post ini disebarluaskan biar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi: Pebisnis Property Sukses


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *