Jenis Properti yang Perlu Diketahui

Sekarang kami akan bahas berkaitan dengan jenis properti yang perlu diketahui. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian atau definisi properti adalah harta berupa tanah dan bangunan, serta sarana dan prasarana yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tanah atau bangunan yang dimaksudkan. Singkatnya, definisi dari properti ialah tanah milik dan bangunan.

Jenis Properti

Pengertian Properti

Properti juga diartikan sebagai hak untuk memiliki sebidang tanah dan memanfaatkan apapun yang ada di atasnya. Sehingga, bisnis properti biasanya berkutat pada perwujudan bisnis dalam bentuk aset, sehingga tidak sealu berupa kepemilikan hunian mewah. Namun, ada pula yang mengartikan properti sebagai kepemilikan seseorang terhadap suatu barang ataupun non-barang. Maka, dengan pengertian yang terakhir, segala sesuatu yang sifatnya kepemilikan, bisa disebut sebagai properti, apalagi jika barang tersebut sudah terdaftar secara resmi dan memiliki surat-surat kepemilikan.

Sebagai salah satu bentuk aset, properti telah mengalami berbagai perkembangan seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi yang terjadi, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Jadi, tidak heran jika saat ini, banyak sekali beredar literatur maupun buku-buku yang membahas mengenai usaha properti atau bisnis properti, mulai dari buku yang benar-benar ditulis oleh praktisi sampai buku-buku properti yang kurang bermutu.

Namun, terlepas dari itu semua, ada beberapa alasan orang memilih properti sebagai sarana investasi. Alasan tersebut, antara lain properti tahan terhadap inflasi, serta bisa disewakan dan digunakan sebagai agunan untuk meminjam dana di bank.

Pihak terkait Bisnis Properti

Dalam bisnis properti, terdapat berbagai macam orang yang terkait dengan bisnis properti. Orang-orang tersebut, antara lain pemerintah, pemakai, pemberi pinjaman, dan investor atau penanam modal. Pemerintah dalam bisnis properti mempunyai wewenang dan wilayah hukum sebagai pihak yang mengeluarkan peraturan dan melakukan monitoring terhadap bisnis properti yang berada pada wilayah hukumnya.

Pemakai atau user adalah orang yang “membeli” hak-hak atas kepemilikian, baik kepemilikan tetap maupun sementara. Tentunya, termasuk di dalam pihak ini ialah mereka yang mempunyai sertifikat maupun hanya sebagai seorang penyewa.

Penanam modal adalah pihak yang memberikan dana untuk kelangsungan kerja sama dalam bidang properti ini. Sehingga, penanam modal berbeda dengan pihak pemberi pinjaman. Hal ini dapat dimengerti karena baik dalam dunia properti maupun bukan, pemberi pinjaman merupakan pihak yang secara umum memberikan utang, sehingga tidak terkait secara langsung terhadap bisnis properti yang sedang berlangsung.

Dan, patut diingat bahwa pemberi pinjaman dalam properti ini tidak melulu harus bank. Sebab, individu yang memiliki modal kuat juga bisa berperan sebagai pemberi pinjaman dalam bisnis properti.

Jenis Properti

Sesuai dengan pengertiannya, properti merupakan hak kepemilikan, baik itu berupa benda maupun non-benda (kekayaan intelektual). Kekayaan inteleletual atau hak kekayaan intelektual (HKI) atau hak milik intelektual adalah padanan kata yang biasa digunakan untuk intellectual property rights (IPR) atau geistiges eigentum, dalam bahasa Jermannya. Istilah atau terminologi hak kekayaan intelektual (HKI) digunakan untuk pertama kalinya pada tahun 1790.

Adalah Fichte yang pada tahun 1793 mengatakan tentang hak milik dari si pencipta ada pada bukunya. Hal yang dimaksud dengan hak milik di sini bukan buku sebagai benda, tetapi buku dalam pengertian isinya. Istilah HKI terdiri atas tiga kata kunci, yaitu hak, kekayaan, dan intelektual. Kekayaan merupakan abstraksi yang dapat dimiliki, dialihkan, dibeli, maupun dijual.

Maka, jenis properti berdasarkan wujudnya dapat diklasifikasikan menjadi dua, yakni

  1. Properti berupa benda, misalnya tanah, bangunan, pakaian, perhiasan (asesoris), kendaraan bermotor maupun mobil, dan benda-benda lain yang memiliki nilai atau harga.
  2. Properti berupa non-benda adalah hak paten dan kekayaan intelektual.

Berdasarkan pola pengaturannya, dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis properti, yakni

  1. Properti milik bersama,
  2. Properti milik kolektif, dan
  3. Properti milik pribadi.

Di artikel ini hanya akan dibahas dua jenis properti di atas, untuk properti milik pribadi akan dibahas di artikel selanjutnya.

Properti Milik Bersama

Properti milik bersama adalah jenis properti yang sumber dayanya diatur oleh pemerintah sekaligus yang bertanggung jawab penuh terhadap sistem pengelolaannya. Namun, properti bersama ini, digunakan untuk kepentingan umum atau oleh semua kalangan masyarakat. Sebuah taman milik bersama misalnya, dapat digunakan oleh siapa pun sebagai tempat bermain atau rekreasi.

Properti Kolektif

Properti kolektif ialah ide yang berbeda. Dalam hal ini, masyarakat secara keseluruhan menentukan mengenai sumber daya penting yang akan digunakan. Penentuan ini dibuat atas dasar kepentingan sosial mealui mekanisme pengambilan keputusan kolektif. Bentuknya pun beraneka ragam. Hal yang jelas, jenis properti kolektif diatur secara kolektif dan digunakan secara kolektif. Sederhananya, pengelolaan properti kolektif bukan dilakukan oleh pemerintah, namun oleh seluruh kalangan masyarakat serta digunakan untuk kepentingan bersama.

Peluang Bisnis Properti

Sekian informasi seputar jenis properti yang perlu diketahui, semoga artikel kali ini membantu sahabat semua. Kami berharap artikel ini diviralkan biar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi: Pebisnis Property Sukses


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *